BEM Universitas Cipta Wacana Malang Gelar Buka Puasa Bersama Bertema “Integritas dan Keberkahan Ilmu

ADMIN Selasa, 10 Maret 2026 21:50 WIB
146x ditampilkan Berita

 

Malang — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cipta Wacana Malang menyelenggarakan kegiatan Buka Puasa Bersama (Bukber) bertema “Ramadhan Membangun Integritas dan Keberkahan Ilmu” pada Minggu, 8 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula 2 dan Mushola Universitas Cipta Wacana ini diikuti oleh 56 mahasiswa serta dihadiri oleh Kepala Biro Kemahasiswaan, Pembina BEM, dan narasumber, sehingga total peserta yang hadir mencapai 59 orang.

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Biro Kemahasiswaan, Retno Palupi, S.Pd., M.M., yang menyampaikan apresiasi kepada panitia BEM atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari program pembinaan karakter mahasiswa, sekaligus menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan dan spiritualitas di lingkungan kampus.

Apresiasi juga disampaikan oleh Muhamad Irwan, S.Pd., M.Pd. selaku Pembina BEM. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya nilai integritas dalam kehidupan mahasiswa. Menurutnya, integritas merupakan keselarasan antara perkataan dan perbuatan, yang menjadi fondasi penting bagi individu maupun peradaban. Ia mencontohkan bahwa dalam dunia akademik, dosen harus memberikan penilaian secara jujur sesuai kemampuan mahasiswa, sementara mahasiswa juga dituntut untuk belajar dengan jujur tanpa melakukan kecurangan.

Ketua panitia kegiatan, Saiful Anam, turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia juga memohon maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan dari panitia.

Kegiatan dilanjutkan dengan ceramah Ramadan bertajuk “Ngaji Nyabuburit 19 Ramadhan 1447 H” yang disampaikan oleh Ust. Sholeh Subagja, M.Pd.I. Dalam materinya, narasumber menjelaskan bahwa puasa tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga manfaat ilmiah. Ia mengutip penelitian ilmuwan Jepang Yoshinori Ohsumi, peraih Nobel Kedokteran 2016, yang menjelaskan bahwa puasa dapat membantu proses autophagy, yaitu mekanisme alami tubuh dalam memperbaiki dan membersihkan sel-sel yang rusak.

Dalam perspektif Islam, puasa memiliki makna yang lebih luas, tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, pengendalian diri, serta membangun kepekaan sosial terhadap sesama. Narasumber juga menekankan pentingnya integritas yang tercermin dalam kejujuran hati (shiddiq al-qalb) dan kejujuran dalam perkataan (shiddiq al-lisan).

Ia juga mengutip beberapa ayat Al-Qur’an yang menegaskan pentingnya ilmu dan integritas, di antaranya QS. Al-Baqarah ayat 2 tentang Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi orang yang bertakwa, serta QS. Ash-Shaff ayat 2–3 yang menegaskan pentingnya kesesuaian antara ucapan dan perbuatan.

Sebagai penutup, narasumber menyampaikan renungan dari Imam Syafi’i yang menegaskan bahwa nilai manusia terletak pada ilmu yang dimilikinya, serta kutipan dari Abdullah bin Al-Mubarak yang menggambarkan perjalanan seseorang dalam menuntut ilmu—dari kesombongan menuju kerendahan hati dan kesadaran akan keterbatasan diri.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama, yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Melalui kegiatan ini, BEM Universitas Cipta Wacana Malang berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun integritas serta menjadikan ilmu sebagai sumber keberkahan dan manfaat bagi masyarakat.

Penulis: Edmondus Edowai