CWCU Hadirkan Anggota MPR RI, Persiapkan Mahasiswa Berkarakter Pancasila di Era Digital
ADMIN309x ditampilkan Berita Sarasehan Kebangsaan Cipta Wacana University CWCU Malang Dr H M Hasanuddin Wahid MPR RI Pancasila Ideologi Bangsa
Malang – Tidak semua kampus mampu menghadirkan tokoh nasional untuk berdialog langsung dengan mahasiswa, namun Cipta Wacana University (CWCU) membuktikan bahwa penguatan ideologi Pancasila bukan sekadar slogan. Pada Sabtu, 7 Februari 2025, CWCU menghadirkan Dr. H. M. Hasanuddin Wahid, M.Hum, Anggota MPR RI dari FPKB Dapil Malang Raya, sebagai narasumber Sarasehan Kebangsaan bertema “Penguatan Ideologi Pancasila bagi Anak Muda, Generasi Z dan Generasi Milenial”.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Auditorium CWCU ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, di antaranya Rektor Dr. Abd. Syakur, M.Pd, M.H., M.Ikom, Wakil Rektor I Rahmad Rafid, S.Pd., M.Pd, dan Wakil Rektor II Dr. Rosidi Azis, S.Pt., M.P., Pembina YLPTUI, Ika Rahmania, M.Pd., Dekan Fakultas Hukum, Dr. Moh. Ali, S.HI, M.H, dan Dekat Feipsoshum Saintek, Siti Fatimah, M.T. dengan Dr. Fidela Dzatadini Wahyudi, S.Sosio, M.Sos sebagai moderator. Acara dipandu oleh MC dari BEM CWCU, Welli dan Rama Wahid.
Dalam pemaparannya, Dr. M. Hasanuddin Wahid menekankan bahwa tantangan generasi muda saat ini tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga ideologis dan digital. Menurutnya, internalisasi nilai Pancasila bagi Generasi Z dan Milenial perlu dilakukan secara kontekstual melalui pendekatan The 5th Quotient.
“Mahasiswa hari ini tidak cukup hanya cerdas secara intelektual. Mereka harus seimbang antara Intellectual Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), Spiritual Quotient (SQ), Digital Quotient (DQ), dan yang tak kalah penting adalah Ideological Quotient, yakni kemampuan memahami dan mengamalkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Ia menjelaskan, IQ menjadi dasar berpikir kritis dan rasional, EQ penting untuk membangun empati dan toleransi, sementara SQ berperan menjaga integritas moral. Di era media sosial, DQ dibutuhkan agar mahasiswa mampu menyaring informasi, menghindari disinformasi, dan bersikap bijak di ruang digital. Seluruh aspek tersebut, menurutnya, harus berpijak pada Ideological Quotient sebagai kompas nilai kebangsaan.
“Generasi muda harus mampu menempatkan Pancasila sebagai filter utama dalam bermedia digital, agar tidak mudah terprovokasi, terpolarisasi, atau kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” ujar Dr. Hasanuddin Wahid.
Sarasehan ini berlangsung interaktif dengan diskusi dan tanya jawab yang melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi. CWCU mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami Pancasila secara normatif, tetapi juga menginternalisasikannya dalam sikap, perilaku, dan cara berpikir di tengah dinamika global dan perkembangan teknologi.
Rektor CWCU, Dr. Abd. Syakur, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi universitas dalam membentuk lulusan yang unggul dan berkarakter.
“Kami ingin mahasiswa CWCU tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga matang secara emosional, spiritual, digital, dan ideologis. Inilah karakter lulusan yang dibutuhkan bangsa di era digital,” ungkapnya.
Kehadiran Anggota MPR RI dalam Sarasehan Kebangsaan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen CWCU sebagai kampus yang aktif menghadirkan tokoh nasional, memperkaya wawasan mahasiswa, serta mengintegrasikan pendidikan karakter Pancasila dalam ekosistem akademik. CWCU menegaskan posisinya sebagai kampus yang tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga mempersiapkan generasi muda berkarakter Pancasila dan siap menghadapi tantangan zaman.